Morgan Rice - Bangkitnya Para Naga

Здесь есть возможность читать онлайн «Morgan Rice - Bangkitnya Para Naga» — ознакомительный отрывок электронной книги совершенно бесплатно, а после прочтения отрывка купить полную версию. В некоторых случаях можно слушать аудио, скачать через торрент в формате fb2 и присутствует краткое содержание. ISBN: , Жанр: unrecognised, in. Описание произведения, (предисловие) а так же отзывы посетителей доступны на портале библиотеки ЛибКат.

  • Название:
    Bangkitnya Para Naga
  • Автор:
  • Жанр:
  • Год:
    неизвестен
  • ISBN:
    978-1-63-291480-4
  • Рейтинг книги:
    3 / 5. Голосов: 1
  • Избранное:
    Добавить в избранное
  • Отзывы:
  • Ваша оценка:
    • 60
    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5

Bangkitnya Para Naga: краткое содержание, описание и аннотация

Предлагаем к чтению аннотацию, описание, краткое содержание или предисловие (зависит от того, что написал сам автор книги «Bangkitnya Para Naga»). Если вы не нашли необходимую информацию о книге — напишите в комментариях, мы постараемся отыскать её.

Jika Anda pikir bahwa segalanya telah usai seiring tamatnya serial Cincin Bertuah, maka Anda keliru. Dalam BANGKITNYA PARA NAGA, Morgan Rice kembali hadir dengan janjinya akan sebuah serial baru yang brilian, yang akan menghanyutkan kita dalam kisah fantasi tentang para troll dan naga, keberanian, kehormatan, semangat, keajaiban dan keyakinan akan takdir. Morgan sekali lagi berhasil menghadirkan sederet tokoh yang akan menghibur kita pada tiap lembar kisahnya.. Inilah karya yang direkomendasikan sebagai koleksi wajib para pencinta kisah fantasi nan apik. Books and Movie Reviews, Roberto MattosBuku Terlaris #1! Sebuah serial kisah fantasi epik kembali lahir dari tangan penulis Terlaris #1, Morgan Rice: BANGKITNYA PARA NAGA (RAJA DAN PENYIHIR – Buku 1) . Kyra, gadis berusia 15 tahun, bermimpi menjadi seorang ksatria termashyur seperti ayahnya, meskipun ia adalah satu-satunya anak perempuan di antara saudara-saudara laki-lakinya. Tatkala ia berusaha memahami kemampuan istimewanya, yaitu kekuatan tersembunyi yang misterius, ia menyadari bahwa dirinya berbeda dengan orang lain. Namun ada sebuah rahasia yang tersimpan tentang kelahiran dan ramalan tentang dirinya, hingga membuatnya bertanya-tanya siapakah dirinya yang sesungguhnya. Ketika Kyra telah cukup dewasa dan seorang bangsawan setempat datang untuk mengawininya secara paksa, maka ayahnya terpikir untuk menikahkannya demi menyelamatkan putri satu-satunya itu. Namun Kyra menolak dan ia kabur seorang diri; ia masuk ke sebuah hutan keramat, di mana ia bertemu dengan seekor naga yang terluka – dan sejak saat itulah terjadi berbagai peristiwa yang akan mengubah seluruh kerajaan untuk selamanya. Sementara itu, Alec yang berusia 15 tahun berkorban demi sang kakak, menggantikannya sebagai serdadu aplusan yang dipilih untuk dibawa ke Benteng Api, sebuah benteng di sisi timur dengan dinding api setinggi seratus kaki yang menjadi sarang para prajurit Troll. Jauh di sisi lain kerajaan, Merk -seorang prajurit bayaran yang mencoba lari dari masa lalunya nan gelap- berjalan menembus hutan demi menjadi Sang Penjaga Menara dan membantu menjaga Pedang Api, sumber kekuatan ajaib kerajaan. Namun para Troll pun mengincar pedang itu – dan mereka tengah menyiapkan serangan besar-besaran demi menumpas kerajaan itu untuk selamanya. Dengan atmosfer yang kuat dan penokohan nan rumit, BANGKITNYA PARA NAGA menjadi sebuah hikayat besar tentang para ksatria dan pejuang, tentang para raja dan bangsawan, tentang kehormatan dan keberanian, tentang keajaiban, takdir, siluman dan para naga. Ini adalah sebuah kisah tentang cinta dan hati yang remuk redam, tipu muslihat, ambisi dan pengkhianatan. Inilah puncak dari sebuah kisah fantasi, yang mengajak kita masuk ke sebuah alam yang akan terus kita selami, kisah yang memikat pembaca dari segala umur dan jenis kelamin. Buku #2 dari serial RAJA DAN PENYIHIR akan segera terbit. BANGKITNYA PARA NAGA benar-benar sukses – sejak awalnya.. Sebuah kisah fantasi yang hebat.. Seperti yang kita duga, kisah ini diawali dengan perjuangan seorang tokoh protagonis dan kemudian mengalir berkisah tentang para ksatria, naga, sihir dan siluman, serta takdir.. Semua daya pikat kisah fantasi ada dalam buku ini, dari cerita tentang para prajurit dan peperangannya hingga pergolakan batin mereka.. Inilah kisah terbaik yang direkomendasikan bagi para pencinta novel fantasi yang penuh dengan kisah tentang tokoh protagonis muda yang kuat dan handal. Midwest Book Review, D. Donovan, Pengulas eBook

Bangkitnya Para Naga — читать онлайн ознакомительный отрывок

Ниже представлен текст книги, разбитый по страницам. Система сохранения места последней прочитанной страницы, позволяет с удобством читать онлайн бесплатно книгу «Bangkitnya Para Naga», без необходимости каждый раз заново искать на чём Вы остановились. Поставьте закладку, и сможете в любой момент перейти на страницу, на которой закончили чтение.

Тёмная тема
Сбросить

Интервал:

Закладка:

Сделать

Semua mata tertuju padanya saat sang ayah tiba, lalu kerumunan orang banyak menyingkir dengan segan, memberinya jalan. Ia berdiri di situ dengan badannya yang tegap, dua kali lebih tinggi dari semua orang di situ, dengan dada yang jauh lebih bidang, dengan jenggot coklatnya yang lebat dan rambut panjang kecoklatan, dihiasi oleh semburat abu-abu dari ubannya; bahunya berbalut mantel bulu dan dua buah pedang panjang tersandang di pinggangnya, serta sebuah tombak tersampir di punggungnya. Baju yang dikenakannya adalah zirah hitam Volis, dengan ukiran naga di bagian dadanya, yang menjadi lambang desanya. Pedangnya terasah oleh begitu banyak pertempuran, dan ia sendiri memancarkan pengalaman yang mumpuni. Ia adalah seseorang yang pantas ditakuti, seorang pria yang layak dikagumi, seorang pria yang terkenal adil dan bijaksana. Ia adalah sosok yang dicintai, dan yang paling penting, ia adalah seseorang yang terhormat.

"Babi hutan itu milik Kyra," ulangnya, melihat sekilas penuh sanggahan pada kedua kakaknya, lalu berpaling dan menatap Kyra; tak dipedulikannya para Pasukan Pengawal di situ. "Biarlah ia yang menentukan nasibnya."

Kyra terkesiap oleh kata-kata ayahnya. Ia tak pernah menduga kata-kata itu, tak pernah pula ia menduga akan diberi tanggung jawab seperti ini, sehingga ia harus membuat keputusan yang sulit. Mereka berdua tahu bahwa ini lebih dari sekadar keputusan soal seekor babi hutan, namun ini soal nasib rakyat mereka.

Kedua belah pasukan yang tegang berjajar berhadapan, semuanya siap menghunus pedang; dan saat Kyra memandangi wajah-wajah itu, mereka semua berpaling padanya, semua menunggu jawabannya; ia mengerti benar, pilihan yang akan ia buat, kata-kata yang akan ia ucapkan, akan menjadi kata-kata paling penting yang pernah keluar dari mulutnya.

BAB EMPAT

Merk menyusuri jalan setapak di dalam hutan dengan perlahan, ia tengah menuju ke Whitewood, sembari merenungi hidupnya. Empat puluh satu tahun dalam hidupnya adalah masa yang berat; ia belum pernah meluangkan waktu untuk berjalan menyusuri hutan, demi mengagumi keindahan di sekitarnya. Ia memandang dedaunan putih yang bergemerisik di bawah kakinya, ditingkahi bunyi tongkatnya saat ia menapakkak kakinya di tanah hutan yang lunak; ia memandang ke depan sembari berjalan, menikmati keindahan pepohonan Aesop, dengan daun-daun putihnya dan cabang-cabang merah merona, gemerlapan tertimpa sinar matahari pagi. Daun-daun gugur menimpanya bagai salju yang turun, dan untuk kali pertama dalam hidupnya, ia merasakan suasana damai yang sejati.

Dengan tinggi badan dan posturnya yang sedang, rambutnya yang hitam legam, wajah yang lama tak bercukur, rahang lebar, tulang pipi yang panjang dan menonjol, serta mata hitam yang lebar dengan kantung mata hitam di bawahnya, Merk selalu terlihat seperti orang yang kurang tidur. Dan memang itulah yang ia rasakan. Kecuali hari ini. Hari ini, ia akhirnya merasa dapat beristirahat. Di sini, di Ur, di ujung timur laut Escalon, salju tidak turun. Angin hangat berembus dari laut, namun saat angin bertiup ke barat, cuaca menjadi lebih hangat dan bunga-bunga beraneka warna akan mekar. Cuaca seperti itu membuat Merk bisa singgah hanya dengan mengenakan sepotong jubah, tanpa harus menghangatkan diri dari angin yang dingin, seperti kebanyakan orang di Escalon. Ia masih membiasakan diri mengenakan jubah untuk menggantikan baju zirah, menggunakan tongkat sebagai pengganti pedang, dan menumpukan tongkatnya pada dedaunan alih-alih menusuk lawannya dengan pisau belati. Ini semua adalah sesuatu yang baru baginya. Ia tengah mencoba seperti apa rasanya menjadi seseorang yang ia dambakan. Rasanya sangat damai—namun ganjil. Seolah ia sedang berpura-pura menjadi orang lain.

Itu semua lantaran Merk bukanlah seorang pengelana, dan bukan seorang pertapa—pun ia bukanlah seorang pecinta damai. Dalam dirinya, mengalir darah seorang prajurit. Dan ia bukanlah prajurit sembarangan; ia adalah seseorang yang bertempur dengan caranya sendiri, dan ia tak pernah kalah. Ia adalah seorang pria yang tak takut menghadapi pertempuran, entah itu pertempuran dengan tombak di atas kudanya atau perkelahian di kedai minum yang sering ia kunjungi. Seperti sebutan orang-orang, ia adalah seorang prajurit bayaran. Seorang pembunuh. Ahli pedang bayaran. Ada banyak julukan untuk dirinya, termasuk julukan yang kurang ajar; namun Merk tak ambil pusing soal julukan, pun tak peduli akan anggapan orang atas dirinya. Yang ia pedulikan hanyalah bahwa ia merupakan salah satu petarung terbaik.

Sesuai dengan pekerjaannya, Merk memiliki banyak nama yang dapat ia ganti-ganti sesukanya. Ia tak suka dengan nama pemberian ayahnya—dan sesungguhnya ia pun tak menyukai ayahnya—, maka ia tak akan menjalani hidup cukup dengan satu nama yang diberikan orang padanya. Merk adalah orang yang paling sering berganti nama, dan ia menyukai nama yang dipakainya saat ini. Ia tak peduli orang lain akan memanggilnya dengan nama yang mana. Hanya dua hal yang ia pedulikan dalam hidup ini, yaitu: menemukan tempat yang tepat untuk menancapkan belatinya, dan memastikan bahwa orang yang menyewanya membayar upahnya dengan emas, dalam jumlah yang besar.

Sejak kecil Merk sadar bahwa ia memiliki bakat alami, yang membuatnya selalu lebih unggul dari orang lain dalam segala hal. Saudara-saudara laki-lakinya, sama seperti ayah dan moyangnya yang termashyur, adalah para bangsawan luhur dan terhormat, dalam balutan baju zirah, berlapis besi terbaik, menunggang kuda, mengibarkan panji-panji kebesaran dengan rambut yang indah serta memenangkan perlombaan, lantas para gadis terpesona, menaburkan bunga di bawah kaki mereka. Mereka amat bangga pada dirinya sendiri.

Toh, Merk tak suka dengan segala kemegahan dan kegemerlapan itu. Para ksatria itu tampak kaku saat bertarung, sangat tak cakap, dan Merk sama sekali tak menaruh hormat pada mereka. Pun ia tak butuh pengakuan, lencana atau panji-panji atau jubah atau senjata seperti yang didambakan oleh para ksatria itu. Barang-barang semacam itu hanyalah untuk mereka yang tak punya sesuatu yang paling penting, yaitu: kemampuan untuk membunuh dengan cepat, tepat dan tenang. Dalam benaknya, tak ada lagi hal yang lebih penting.

Sewaktu kecil, ada beberapa kawannya yang terlalu lemah untuk membela diri, dan mereka menghadapi masalah; lalu mereka mendatangi Merk yang saat itu telah tenar karena keahliannya bermain pedang, dan Merk pun mendapat bayaran untuk membantu mereka. Para pengganggu kawan-kawannya itu tak pernah berani mengusik mereka lagi, sejak Merk menunjukkan keberaniannya. Kabar cepat tersebar tentang keberanian Merk; ia pun lebih sering disewa, dan kemampuan membunuhnya pun meningkat.

Merk bisa saja memilih menjadi seorang ksatria, seorang prajurit terkenal seperti saudara-saudaranya. Namun toh ia lebih memilih bekerja diam-diam semacam ini. Yang menarik baginya adalah bagaimana memenangi pertarungan, kecepatan membunuh lawan, dan ia segera tahu bahwa para ksatria itu, dengan senjata-senjatanya yang hebat dan baju zirah tebal, tak sampai separuh kemampuannya dalam hal kecepatan atau ketepatan membunuh lawan, sedangkan ia hanyalah seorang pria yang bertarung seorang diri, dengan baju kulit dan belati yang tajam.

Saat ia berjalan sembari menumpukan tongkatnya pada dedaunan, ia teringat suatu malam di sebuah kedai minum bersama saudara-saudara laki-lakinya, tatkala terjadi pertikaian dengan kstaria lawan. Saudaranya terkepung, kalah jumlah, dan saat para ksatria itu masih sibuk berbasa-basi sebelum bertarung, Merk tak mau berlama-lama. Ia melesak cepat dengan belati di tangannya dan menggorok leher semua lawannya, sebelum mereka sempat menghunus pedangnya.

Semestinya saudara-saudaranya berterima kasih padanya karena telah menyelamatkan nyawa mereka—namun mereka semua justru menjauhinya. Mereka takut akan dirinya, dan mereka meremehkan dirinya. Itulah ungkapan terima kasih yang ia dapatkan, dan pengkhianatan yang sangat melukai hati Merk lebih dari apa pun juga. Hal itu semakin membuat hubungan mereka renggang, ditambah dengan segala tetek bengek keningratan dan kesopansantunan. Di matanya, semua itu tak lebih dari kemunafikan, keegoisan; mereka kini mungkin dapat berjalan congkak dengan baju zirah yang mengkilap dan meremehkan dirinya, namun tanpa Merk dan belatinya, mereka pastilah telah terbujur kaku meregang nyawa di kedai minuman itu.

Читать дальше
Тёмная тема
Сбросить

Интервал:

Закладка:

Сделать

Похожие книги на «Bangkitnya Para Naga»

Представляем Вашему вниманию похожие книги на «Bangkitnya Para Naga» списком для выбора. Мы отобрали схожую по названию и смыслу литературу в надежде предоставить читателям больше вариантов отыскать новые, интересные, ещё непрочитанные произведения.


Отзывы о книге «Bangkitnya Para Naga»

Обсуждение, отзывы о книге «Bangkitnya Para Naga» и просто собственные мнения читателей. Оставьте ваши комментарии, напишите, что Вы думаете о произведении, его смысле или главных героях. Укажите что конкретно понравилось, а что нет, и почему Вы так считаете.

x