Mimpi itu terlalu nyata. Ia merasa itu lebih dari sekedar mimpi – sebuah peringatan dari ayahnya, sebuah pesan. Ia merasa harus segera meninggalkan Istana Raja sekarang, dan tak pernah kembali.
Ia tahu ia tak dapat melakukan itu. Ia harus menenangkan diri untuk mendapatkan kembali kecermelangan otaknya. Namun tiap kali ia mengejapkan matanya, ia melihat wajah ayahnya, merasakan peringatan darinya. Ia harus melakukan sesuatu untuk melupakan mimpi itu.
Gwen memandang keluar dan melihat matahari pertama baru saja terbit. Ia memikirkan satu-satunya tempat dimana ia dapat mendapatkan kembali ketenangannya: Sungai Kerajaan. Ya, ia harus pergi ke sana.
*
Gwendolyn menceburkan dirinya ke dalam dinginnya air Sungai Kerajaan, menutup hidungnya dan menundukkan kepalanya ke dalam air. Ia duduk dalam sebuah kolam renang kecil alami yang terbuat dari batu, tersembunyi dari mata air yang lebih tinggi. Ia telah menemukan tempat ini dan sering mendatanginya sejak ia masih kanak-kanak. Ia mengangkat kepalanya dari air dan berendam di sana, merasakan dinginnya air menetes dari rambut melewati kulit kepalanya, merasakan air membersihkan dan membasuh tubuhnya yang tanpa busana.
Ia telah menemukan tempat tersembunyi ini pada suatu hari, tersembunyi di tengah pepohonan, tinggi di pegunungan, sebuah lembah di mana arus sungai melambat dan membentuk sebuah kolam dalam dan tenang. Di atasnya, sungai mengalir dan terus mengalir di bawahnya. Di sini, di lembah ini, air terjebak dalam cekungan untuk sesaat. Kolam itu dalam, bebatuannya halus dan tempat itu sangat tersembunyi. Ia dapat mandi tanpa pakaian dengan tenang. Gwen datang ke tempat ini hampir setiap pagi di musim panas, begitu pagi tiba untuk menjernihkan pikirannya. Khususnya di hari seperti saat ini ketika mimpi menghantuinya seperti mimpi-mimpi lainnya, ini adalah salah satu tempat baginya menenangkan diri.
Sangat sulit bagi Gwen untuk menerima bahwa itu hanyalah sebuah mimpi, atau yang lainnya. Bagaimana ia dapat mengetahui ketika sebuah mimpi adalah sebuah pesan, suatu pertanda? Untuk mengetahui apakah ini hanyalah permainan dari pikirannya sendiri ataukah ia sedang diberi kesempatan untuk bertindak?
Gwendolyn mengangkat kepalanya untuk bernafas, menghirup udara di pagi hari yang hangat, mendengar suara kicauan burung di pepohonan sekitarnya. Ia bersandar di bebatuan, tubuhnya masih terendam hingga ke lehernya, duduk di langkan alami dalam air, berpikir. Ia mengangkat tangannya dan memercikkan air ke wajahnya, lalu mengusap rambut stroberinya yang panjang. Ia menunduk menatap permukaan air yang jernih, memantulkan langit dimana matahari kedua baru saja mulai terbit. Pepohonan membayangi air dan wajahnya sendiri. Matanya yang berwarna biru sebesar buah almon memandangi pantulan wajahnya sendiri. Ia dapat melihat ayahnya di kedua mata itu. Ia mengangkat wajahnya dan memikirkan kembali tentang mimpinya.
Ia tahu sangat berbahaya untuknya tetap tinggal di Istana Raja setelah pembunuhan ayahnya, dengan semua mata-mata dan rencana jahat – khususnya dengan Gareth sebagai raja. Kakaknya itu sangat tak terduga. Licik. Paranoid. Dan sangat, sangat iri hati. Gareth melihat semua orang sebagai ancaman – khususnya dirinya. Apa saja dapat terjadi. Ia tahu ia tidak aman berada di sini. Tak seorang pun akan aman.
Tapi ia tidak takut. Ia harus mengetahui dengan pasti siapa pembunuh ayahnya, dan jika itu adalah Gareth, ia tak akan lari sampai kakaknya itu mendapat hukuman Gwen tahu bahwa roh ayahnya tak akan beristirahat sampai pembunuhnya tertangkap. Keadilan telah ditegakkan ayahnya sepanjang hidupnya, dan ia, lebih dari siapapun, berhak mendapatkannya bahkan setelah kematiannya.
Gwen mengingat kembali pertemuannya dan Godfrey dengan Steffen. Ia merasa yakin Steffen menyembunyikan sesuatu, dan ia ingin tahu apakah itu. Sebagian dari dirinya merasa Steffen akan mengatakannya setelah saatnya tiba. Tapi bagaimana jika ia tidak? Ia merasa harus segera mencari siapa pembunuh ayahnya – tapi tak tahu lagi harus mencari kemana.
Gwendolyn akhirnya bangkit dari tempat duduknya di dalam air, naik ke tepi dengan tubuh telanjang, menggigil di udara pagi, tersembunyi di balik sebuah pohon besar, dan menggapai handuknya yang diletakkan di sebatang ranting, sebagaimana biasa dilakukannya.
Tapi ketika ia menggapainya, ia terkejut karena handuknya tak ada di sana. Ia berdiri di sana, telanjang, basah dan tak mengerti. Ia yakin ia telah menggantungkannya di sana seperti biasa.
Saat ia berdiri di sana, kebingungan, menggigil kedinginan, mencoba mengerti apa yang terjadi, tiba-tiba, ia merasakan ada sebuah gerakan di belakangnya. Semuanya terjadi sangat cepat – samar-samar – dan sejenak kemudian jantungnya berhenti berdetak ketika ia menyadari ada seseorang sedang berdiri di belakangnya.
Kejadian itu berlangsung terlalu cepat. Dalam beberapa detik pria yang mengenakan jubah dan tudung hitam, persis seperti dalam mimpinya, telah berada di belakangnya. Ia menariknya dari belakang, dengan sebuah tangan kurus ia membekap mulut Gwen, meredam teriakannya dan memegangnya erat-erat. Ia menjulurkan tangannya yang lain dan memelintir pergelangan tangannya, mendorongnya hingga jatuh ke tanah.
Gwen meronta-ronta, berusaha untuk menjerit, sampai pria itu berhasil menundukkannya, dengan masih membekapnya erat. Gwen mencoba membebaskan diri dari cengkeraman pria itu, tapi ia terlalu kuat. Pria itu meraih sesuatu dan Gwen melihat ia memegang sebilah belati dengan hulu merah berkilauan – persis seperti dalam mimpinya. Ternyata benar mimpi itu sebuah peringatan untuknya.
Gwen merasa belati itu ditekankan ke tenggorokannya, dan pria itu mencengkeramnya keras untuk berjaga-jaga jika Gwen mencoba bergerak. Air mata menetes di pipinya ketika Gwen mencoba untuk bernafas. Ia merasa marah pada dirinya sendiri. Ia telah sangat bodoh. Ia seharusnya lebih waspada.
Конец ознакомительного фрагмента.
Текст предоставлен ООО «ЛитРес».
Прочитайте эту книгу целиком, на ЛитРес.
Безопасно оплатить книгу можно банковской картой Visa, MasterCard, Maestro, со счета мобильного телефона, с платежного терминала, в салоне МТС или Связной, через PayPal, WebMoney, Яндекс.Деньги, QIWI Кошелек, бонусными картами или другим удобным Вам способом.